-->

Tak Tinggal Diam, Sri Mulyani Lawan Balik Prabowo Dengan Sebuah Puisi

Tak Tinggal Diam, Sri Mulyani Lawan Balik Prabowo Dengan Sebuah Puisi


Tak Tinggal Diam, Sri Mulyani Lawan Balik Prabowo Dengan Sebuah Puisi


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat bicara perihal dirinya yang dikritik menjadi Menteri Pencetak Uang.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dikritik karena utang Indonesia terus naik.

Sebelumnya, Sri Mulyani telah berkomentar bahwa kritikan yang ditujukan kepada pemerintah tentang utang jangan dinilai dari nominalnya, melainkan dari peruntukan uang tersebut untuk apa.

dan perlu diketahui, Sri Mulyani adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sebelum menjadi menteri, Sri Mulyani menjadi ekonomi top di Tanah Air. Sri Mulyani akrab dengan dunia puisi di Tanah Air di tengah kesibukannya sebagai Menteri Keuangan. Puisi di atas ini berkisah tentang APBN 2019.

berikut puisinya :

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh 

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok 
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, 
agar 472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.

Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani

Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar 74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik

Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu 
Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu. 
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.
Powered by Blogger.