-->

Warnet di Jombang Kemalingan, Pelaku Masih duduk di Bangku SMA Kelas 1 di Salah satu Pesantren Jombang


Tindak kriminalitas anak-anak muda kian sukar diberantas. Pagi ini sekitar pukul 07.00 pagi, terjadi kemalingan di salah satu Warung Internet (warnet) di daerah Jombang, Jawa Timur.

Mirisnya, pelaku dalam kemalingan tersebut adalah seorang anak yang masih duduk di kelas 1 SMA di salah satu pondok di Jombang.

Meteornet, bagi warga Jombang mungkin tak asing lagi dengan warnet yang melegenda satu ini. Kejadian bermula ketika pagi hari seperti biasa Meteornet sedang dibersihkan sebelum warnet dibuka.

Kondisi diluar warnet sudah antri anak-anak untuk menunggu warnet dibuka, namun ada satu pemuda mencurigakan yang mondar-mandir melihat cleaning service yang tengah membersihkan warnet, melihat cleaning service masuk kedalam untuk ambil alat pel dengan tanggap pelaku melancarkan aksinya.

Untungnya Meteornet tersebut sudah dilengkapi dengan CCTV yang lengkap disetiap sudut warnet, sehingga gerak-gerik pelaku dapat terekam dengan jelas melalui layar CCTV.

Ketika dihubungi redaksi zonajempol.com, pemilik Meteornet bapak Hasan Bisyri menjelaskan, "Menyadari gelagat yg mencurigakan, pembantu saya memberi tahu istri dan kemudian melihat kembali rekaman CCTV dan ternyata benar pelaku mengambil uang di laci, tapi pelaku sudah pergi dari TKP"

Setelah pak Hasan mengetahui kejadian tersebut, dengan cekatan beliau langsung melacak keberadaan pelaku di sekitar warnet.

“Karena hari ini CFD (Car Free Day), saya berkeyakinan pelaku menuju areal CFD
saya ubek2 areal CFD, dalam waktu kurang dari setengah jam pelaku tertangkap di arel CFD”. Tambah pak Hasan.

Tak sampai disitu, ketika pelaku ditemukan kemudian sempat di introgasi, pelaku kemudian melarikan diri.

“Saat saya intrograsi pelaku melarikan diri dan saya kejar pakai motor”, jelasnya.

Karena ketika pengejaran adalah berada di area CFD dimana setiap kendaraan bermotor dilarang masuk ke area tersebut, kemudian Pak Hasan sempat dicegat oleh pihak kepolisian, tanpa basa-basi pak Hasan memberitahukan bahwa beliau kemalingan, lantas warga langsung terlibat dalam pengejaran hingga pelaku tertangkap.

“Takut menjadi bulan2an warga sipelaku saya bawa kerumah untuk saya berikan pelajaran hidup tanpa kekerasan” Lanjut pak Hasan meangani pelaku dengan cara kekeluargaan.

Sesuai laporan yang kami dapat, kerugian yang di tanggung pemilik warnet tidak seberapa ungkap pak Hasan, menjelaskan via Chat, karena setiap pagi uang dilaci dalam kondisi kosong, ada sekitar 100 – 200 ribu untuk kas warnet.

Tentunya dengan kejadian ini bisa memberikan pelajaran tersendiri bagi kita untuk selalu waspada tentang apapun bentuk tindak kejahatan, karena sekali kita lengah maka pelaku kejahatan tak akan lama memanfaatkan kelengahan kita tersebut.

simak videonya berikut.
 
Powered by Blogger.