-->

Miris, Misna nenek 70 tahun Hidupi Cucunya dengan Mengemis karena ditinggal Anaknya Jadi TKI



Menerima titipan cucu, seorang nenek bernama Misna (70), harus mencukupi kehidupannya dengan mengemis. Misna mengaku, terpaksa menjadi pengemis sejak anaknya berangka kerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.

Ia harus menanggung hidup 12 orang cucu, dan dua di antaranya ditinggal bekerja ke Malaysia. Sepuluh cucu lainnya ditinggal orang tuannya merantau ke Surabaya, Malang dan Jakarta.

"Ia mengemis di sekitar Jembatan Suramadu, saat kami melakukan razia beberapa hari lalu," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan, Ram Halili di Bangkalan, Selasa.

Ram menjelaskan, temuan adanya nenek yang terpaksa menjadi pengemis itu, telah disampaikan ke Dinas Sosial Pemkab Bangkalan agar mendapatkan perhatian khusus dan perlindungan sosial dari pihak dinas. "Akhir-akhir ini, di Bangkalan memang banyak orang-orang yang mengemis disini," katanya.

 Namun, menurut Ram, mereka bukan warga Bangkalan, dan kebanyakan dari luar Kabupaten Bangkalan, seperti Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang, bahkan ada diantara mereka yang berasal dari Sidoarjo. "Selama operasi yang kami gelar, sudah ada sekitar 10 orang pengemis lebih yang kami amankan, lalu kami serahkan ke panti sosial di Dinas Sosial Pemkab Bangkalan," ujar dia. Menurut Ram, banyaknya warga yang menjadi pengemis itu yang beroperasi di Kabupaten Bangkalan itu, bukan karena mereka miskin, akan tetapi karena memang telah menjadikan pengemis sebagai sebuah pekerjaan.

 Ia mencontohkan, seperti beberapa orang pengemis yang pernah ditangkap Satpol PP asal Pragaan, Kabupaten Sumenep. "Jadi di sana, memang ada sebuah desa di Kecamatan Pragaan yang masyarakatnya semuanya menjadi pengemis.

 Jadi bagi masyarakat di desa itu, mengemis sudah menjadi sebuah pekerjaan," tuturnya. Ia menambahkan, ke depan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemkab lain di Madura, baik Pamekasan, Sampang, maupun Pemkab Sumenep, terkait masalah sosial mengemis itu.

 "Negara saat ini kan sudah memberikan bantuan kepada warga miskin, baik berupa program keluarga harapan ataupun jenis bantuan lainnya. Dengan adanya program itu, maka seharusnya, tidak ada lagi masalah sosial, seperti menjadi pengemis," kata Ram Halili menjelaskan.
Powered by Blogger.