Kejadian Lucu Yang Dialami Anak Saat Hewan Peliharaan Mati

Hewan peliharaan biasanya lekat dengan sosok anak-anak. Mereka pun banyak menghabiskan waktu bersama hewan peliharaannya.


Sebuah penelitian pun mengungkap, ketika si peliharaan mati, anak pulalah yang biasanya merasakan duka terdalam dibanding orang dewasa. Mengapa demikian?

"Anak-anak beranggapan bahwa mereka adalah tempat hewan-hewan ini menumpahkan kasih sayangnya yang paling besar," terang peneliti, Joshua Russell dari Canisius Collage, Buffalo, New York.

Banyak di antaranya bahkan menganggap peliharaan sudah seperti saudara sendiri atau sahabat karib dengan ikatan emosional yang sangat kuat.

Itulah sebabnya ketika si peliharaan mati, mereka juga memperlihatkan duka yang luar biasa. Bahkan peneliti mengungkap, salah satu dari partisipan mengaku ketika kucingnya mati dua tahun lalu, ia merasa 'hidupnya berakhir'

Untuk keperluan studi ini, Russell melibatkan 12 anak berusia 6-13 tahun yang tinggal di Toronto. Masing-masing ditanya bagaimana perasaan mereka saat melihat seekor binatang mati, termasuk peliharaan mereka sendiri.

Mayoritas menjawab mereka mengalami duka yang mendalam, bahkan ini bisa bertahan dalam waktu lama. Tetapi sebagian juga mengatakan, mereka tak mau larut dalam kesedihan dan akhirnya bisa berdamai dengan kenyataan tersebut.

Ucap Rassell kepada Livescience :"Kami menemukan ada seorang anak perempuan (11) yang mengaku sedih dan kecewa ketika marmutnya mati. Tetapi perlahan dia sadar bahwa si marmut telah menjalani hidupnya dengan baik dan inilah waktu yang tepat untuk mati,"

Di satu sisi, sebagian anak ingin mengalihkan perhatiannya dengan keluarga maupun teman saat sedang berduka karena kehilangan peliharaan. Namun ada juga yang ingin menyendiri. "Mereka ingin masuk kamar dan merasakan kesedihan lalu berupaya untuk menyelesaikannya seorang diri," kata Russell.

Untuk itu, Russell berpesan ketika seorang anak kehilangan hewan peliharaannya, orang tua sebaiknya memberi anak kesempatan untuk bicara tentang apa yang mereka rasakan dengan kehilangan itu. "Sepanjang itu memang permintaan mereka. Dan biarkan anak 'menikmati' waktunya sendiri untuk menghadapi kesedihan itu," pungkasnya.

Menariknya, kebanyakan anak yang ambil bagian dalam studi tahu berapa lama usia hewan-hewan ini. Misalnya mereka tahu jika usia hewan seperti hamster dan ikan cenderung pendek, sebaliknya kucing dan kelinci biasanya berumur lebih panjang.

Kedekatan anak pada hewan peliharaan juga berdampak positif bagi kesehatan fisik mereka. Penelitian yang dilakukan di University of Chicago di tahun 2016 menyebut, dekat dengan hewan membuat sistem kekebalan anak justru naik, sehingga terhindar dari beragam gangguan semisal asma dan alergi.

Powered by Blogger.