-->

Inilah alasan kenapa berat badan bertambah ketika sedang patah hati



Kehilangan orang yang kita cintai memang berat. Di luar perasaan sakit, ternyata patah hati sangat memengaruhi kesehatan. Salah satu efek yang nyata terlihat adalah berat badan bertambah.

Ketika tak ada lagi orang yang dicintai di samping kita, tentu ada perubahan kebiasaan yang dialami. Perasaan kesepian dan marah mungkin mendominasi.

Reaksi terhadap perubahan itu juga dirasakan tubuh dengan bertambahnya berat badan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

- Kekosongan otoritas

Seseorang yang pergi itu; apakah orangtua, kekasih, atau anak, memiliki otoritas dan pengaruh dalam hidup kita. Kita menjalani kehidupan untuk mencintai dan menghormati orang itu. Saat ia tidak ada, kehilangan itu memicu gen tertentu dan membuat tubuh lebih gampang naik berat badan. Apalagi jika terjadi perubahan pola makan.

- Kehilangan dukungan

Sekuat apa pun Anda, akan ada saat dalam hidup di mana Anda butuh seseorang untuk memberi kenyamanan, dukungan, dan pemahaman. Saat seseorang yang menjadi bagian dari sistem suport itu tak ada, akan ada rasa kesepian yang besar.

Biasanya saat kesepian seseorang akan mencari hal lain yang memberi rasa nyaman, yaitu makanan. Tanpa disadari berat badan pun bertambah. Menyadari bahwa Anda memiliki teman atau keluarga yang selalu ada untuk mendukung Anda bisa membantu mengurangi rasa kesepian dan keinginan untuk makan.

- Masalah psikologi

Ada persepsi umum yang menyebut bahwa orang gemuk sebenarnya memiliki masalah psikologi yang belum disadari. Tetapi, hal itu tak selalu benar. Menganggap kenaikan berat badan karena kehilangan seseorang bisa menambah perasaan tidak bersalah. Apalagi saat patah hati, kita pun menjadi lebih rentan.

Kematian orang tercinta memang bisa memicu, tapi bukan penyebab langsung kegemukan. Jangan jadikan kesedihan sebagai alasan untuk makan apa yang kita suka secara berlebihan.

Powered by Blogger.