-->

Selain detoksifikasi alami tubuh, diet pelangi juga bisa turunkan berat badan, ini dia tipsnya



Menambah porsi sayur dan buah dalam menu makanan sehari-hari, terutama dengan berbagai macam warna, dapat menyehatkan tubuh. Nah, dengan The Rainbow Diet alias diet pelangi, ada beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti disampaikan oleh pakar gizi Jansen Ongko, MSc, RD, penurunan berat badan menjadi salah satu manfaat yang bisa didapat dari diet pelangi. Menurut Jansen, konsumsi sayur dan buah kaya serat akan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan yang menjadi penyebab peningkatan berat badan.

"Diet pelangi juga dapat membantu proses detoksifikasi alami dalam tubuh. Racun yang berbahaya di dalam tubuh akan dikeluarkan bersamaan dengan feses sehingga membantu proses detoks alami," tutur Jansen kepada detikHealth.

Selain itu, diet pelangi juga membantu menurunkan risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke. Alasannya, setiap warna memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda-beda, yang keseluruhannya memiliki manfaat bagi tubuh.

"Pada warna-warna ini juga terdapat kandungan fitonutrisi yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat mencegah timbulnya penyakit berbahaya," imbuhnya.

Ya, dalam menerapkan diet pelangi Anda dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayur dua kali sehari, dengan tiap porsi ada 4-5 macam warna. Nah, untuk menentukan porsi sumber protein, karbohidrat dan lemak, Anda bisa menggunakan ukuran patokan tangan.



Buah atau sayur berwarna merah diketahui mengandung likopen yang baik bagi kesehatan jantung. Anda bisa mendapatkan antioksidan ini pada tomat, stroberi, ceri, semangka dan apel. Untuk warna ungu atau biru, antioksidan yang terdapat di dalamnya adalah antosianin yang terdapat pada terung, blueberry, anggur dan plum.

Identik dengan jeruk, buah atau sayur berwarna jingga atau kuning diketahui mengandung karotenoid, untuk membantu menjaga kesehatan membran mukosa lambung dan kesehatan mata, seperti dalam ubi jalar, labu, dan wortel.

"Sayuran hijau mengandung berbagai phytochemical termasuk karotenoid, indoles, dan saponin. Dia juga punya sifat antikanker. Misalnya seperti bayam dan brokoli, itu juga sumber folat," tutur Jansen.

Untuk sayuran warna putih atau cokelat, kandungan phytochemical seperti allicin diketahui bersifat sebagai antivirus dan antibakteri. Asupan dalam kategori ini seperti pisang, kentang, jamur, dan kurma juga merupakan sumber potassium yang baik.

Powered by Blogger.