-->

Pria asal california ini di tangkap karena mengancam akan bunuh umat islam



Seorang pria asal California, AS didakwa melakukan ancaman teror terhadap sebuah pusat agama Islam dan mengunggah ujaran kebencian di sosial media.

Liliana Preciado dari kepolisian Los Angeles (LAPD),  menjelaskan, Mark Lucian Feigin (40) ditangkap pekan lalu setelah menelepon gedung Islamic Center di California Selatan dan mengancam akan membunuh umat Islam di tempat itu.

"Dia diduga menelepon gedung itu pada 19 September dan meninggalkan pesan penuh kebencian," ujar Preciado.

"Feigin menelepon lagi keesokan harinya dan saat dia berbicara dengan staf Islamic Center dia mengancam akan membunuh umat Islam di tempat itu," lanjut Preciado.

Saat polisi menggeledah kediamannya di Agoura Hills, sebuah kota di sebelah barat laut Los Angeles, petugas menemukan lima senapan, sepucuk shotgun, tujuh pucuk pistol dan lebih dari 113 kilogram amunisi termasuk magasin besar yang sudah dimodifikasi.

"Kebebasan berbicara adalah prinsip yang dipegang masyarakat kita. Namun, hak itu bukan tanpa batas," kata Horace Frank, komandan Biro Kontra-Terorisme dan Operasi Khusus LAPD.

"Tuan Feigin melanggar hukum saat dia mengancam membunuh seseorang di gedung Islamic Center," tambah Frank dalam sebuah jumpa pers.

Sementara itu, Omar Ricc, ketua Islamic Center California Selatan, mengatakan, stafnya mulai mengkhawatirkan Feigin setelah pria itu mengunggah ancamannya di akun Facebook organisasi tersebut pada September lalu.

Setelah menebar ancaman lewan media sosial, lanjut Ricci, Feigin baru menelepon lembaga yang dipimpinnya itu.

"Sebenarnya, ancaman itu dia tujukan untuk agama Islam dan warga Muslim. Dan itu sudah cukup untuk menimbulkan ketakutan bagi orang yang menerima telepon itu," tambah Ricci.

Ricci menambahkan, lembaga itu harus meningkatkan pengamanan setelah kerap muncul ancaman dan sentimen anti-Islam belakangan muncul di Amerika Serikat.

"Kami akan pekerjakan penjaga keamanan bersenjata di masa depan," ujar Ricci.

Kejahatan berdasarkan kebencian terhadap warga Muslim Amerika meningkat drastis sejak tragedi 11 September 2001, demikian hasil penelitian Universitas California San Bernardino.

Situasi ini bertambah buruk dengan serangkaian aksi teror di Paris, Brussels, dan San Bernardino serta berbagai retorika anti-Islam yang dilontarkan dalam kampanye pemilihan presiden AS.

Ricci membenarkan, kondisi sentimen anti-Islam ini menimbulkan ketakutan di antara 500.000 umat Islam di California Selatan.

"Di AS saat ini, kebencian terhadap Muslim didorong oleh calon presiden tertentu," kata Ricci merujuk Donald Trump.

"Dan situasi ini diterima dan mendapat tempat di antara warga yang memang sudah membenci Islam dan Muslim," tambah dia. 
Powered by Blogger.