Kisruh..! Gagal Haji Malah Ditahan Imigrasi

Ketua KBIH Arafah, Pandaan, Pasuruan, Nurul Huda Mengatakan menyesal telah memberangkatkan 12 calo jamaah haji lewat Filipina sehingga terjadi masalah. 


Kata Nurul Huda "Ini baru pertama kali saya memberangkatkan jama'ah lewat Filipina".
Nurul menceritakan "jalan terjal" jamaah yang diberangkatkannya sebelum ditahan pihak imigrasi Manila. Jamaah yang sudah membayar uang ratusan juta rupiah ini harus dua kali pulang pergi Surabaya – Manila untuk mengurus administrasi keberangkatan haji.



Ketua KBIH Arafah Pandaan, Nurul Huda
"Jamaah dua kali berangkat ke Manila. Pertama saat bulan puasa. Calon jama'ah tidak langsung ke Manila tapi transit di dua bandara. Dari Surabaya ke Jakarta, dari Jakarta ke Kuala Lumpur, lalu dari Kuala Lumpur ke Manila," kata Huda.

Di Manila, Huda menyebut jema'ahnya mengurus administrasi yakni visa dan paspor. Setelah itu mereka kembali pulang dengan rute yang sama saat berangkat.

Pada 16 Agustus lalu, jamaah yang "dikomandani" istri Nurul Huda, Nurul Mahmudah, berangkat ke Manila dengan rute Surabaya – Jakarta – Kuala Lumpur – Manila.

"Di Manila semua paspor jamaah diberikan. Namun saat di Bandara tiba-tiba istri saya tidak bisa dihubungi. Dan akhirnya saya mendapat kabar musibah ini," kata Huda.

KBIH Arafah Pandaan




KBIH Arafah, Pandaan, merupakan 1 dari 7 biro perjalanan yang diduga terlibat dalam keberangkatan 177 calon jamaah haji Indonesia lewat Filipina dan diamankan pihak imigrasi setempat. Diketahui 10 dari dari 177 WNI tersebut merupakan warga Kabupaten Pasuruan dan 2 dari Sidoarjo.



sumber : detik.com
Powered by Blogger.