-->

Hukum Menelan Ludah Bagi Orang Yang Berpuasa

Jika selama ini kita merasa ragu untuk menelan lendir yang ada di mulut kita karena kita sedang berpuasa, mungkin penjelasan dibawah ini bisa menjawab keraguan kita selama ini akan hal itu.

Berikut penjelasan mengenai hukum menelan lendir atau dahak bagi orang yang berpuasa, dikutip dari muslimah.or.id.


Lendir, ataupun dahak apabila tidak sampai ke ujung mulut maka di tidak membatalkan puasa, sebagai satu-satunya pendapat di dalam madzhab, sedangkan bila sampai ke mulut lalu dia menelannya maka terdapat dua pendapat ulama dalam hal ini:

Sebagian dari mereka ada yang berkata, “Itu membatalkan puasa, dia dianggap sebagai makanan atau minuman”.

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan bahwasanya puasanya tidak batal, dia dianggap sebagai liur/ludah, karena liur tidak membatalkan puasa sampai seandainya air liur itu bercampur dengan lendir puasanya tetap sah tidak rusak dengannya.

Jika didapati ulama berselisih, maka sebaik-baiknya referensi adalah Al Qur’an dan sunnah. namun, jika kita ragu-ragu tentang perkara ini, apakah hal itu merusak ibadah atau tidak?

Asalkan sesuatu adalah tidak menjadikan rusaknya amalan tersebut, berdasarkan atas hal itu maka bisa dikatakan menelan dahak tidak membatalkan puasa.

Baca Juga : Menu Makan Sahur yang Baik untuk Orang Maag

Yang penting adalah hendaknya seseorang membuang dahak, tidak berusaha menariknya sampai ke mulut dari bagian bawah tenggorokannya, akan tetapi bila dahak itu keluar sampai mulut, maka hendaknya dia mengeluarkannya sama saja apakah dia sedang berpuasa atau tidak. Tentang batalnya puasa, masih memerlukan dalil untuk bisa dijadikan hujjah (alasan) manusia di hadapan Allah Jalla jalāluh dalam masalah rusaknya puasa.
Powered by Blogger.