-->

Beginilah Cara Presiden Jokowi Belanja Kus Dalam dan Kaos Kaki



Dalam Kunjungan kerjanya ke Aceh beberap hari lalu, Presiden Joko Widodo sempat mampir di sebuah pusat perbelanjaan di Suzuya Banda Aceh. Ia berbelanjadi di pasar rakyat tradisional yang secara otomatis dipenuhi orang.

Saat berjalan-jalan keliling Aceh Presiden Joko Widodo sempat berguyon dengan beberapa orang wartawan. Beberapa wartawan lokal sempat bertanya 'mau beli apa pak Jokowi?', Sontak Jokowi nyeletuk "(Ingin) Beli kaus dalam." Ujarnya.

Baca Juga : Hadits Hadits Dhaif Seputar Ramadhan yang Belum Banyak Di Ketahui Muslim Dunia


Dalam Kunjungannya ke Aceh Presiden Jokowi juga di dampingi sejumlah pejabat dan Menteri. Beberapa menteri yang terlihat adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basir, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki . Selain ditemani sejumlah pejabat dari Jakarta, Jokowi juga ditemani pramuniaga yang memandu berkeliling.

"Saya beli lima kaus, cukuplah sampai (hari) Jumat. Stoknya kurang. Tadi basah kuyup (karena keringat)," kata Presiden berkomentar kepada wartawan.

Sambil melihat-lihat situasi perekonomian Banda Aceh, Presiden ternyata juga ingin membeli kebutuhannya. Sebelum membeli kaus dalam, beberapa kali Presiden berhenti di beberapa gerai dan berdialog.

Hingga pukul 21.30, saat Presiden Jokowi mengakhiri aktivitasnya, masyarakat masih berkerumun di pusat perbelanjaan, karena ingi bertatap dengan Presiden. Bagi Presiden, keramaian di mal tersebut merupakan indikator perekonomian warga di daerah yang bergairah.

Baca Juga : Dua Ayat yang Membuat Rosulullah Menangis Terisak. Sanggupkah Kita Menahan Tangis ??

Bisa beli di mana pun

Menurut Dista itu, kaus dalam yang dibeli Presiden Jokowi di Banda Aceh harganya Rp 50.000 per potong. Karena ada lima kaus dalam yang dibelinya, Dista mengeluarkan uang untuk keperluan pribadi Jokowi sebanyak Rp 250.000.

Presiden Jokowi tercatat biasa membeli dan menggunakan barang-barang kesehariannya di mana pun ia berada.

Sebelum menghadiri Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Agustus 2015, rangkaian mobil Presiden Jokowi juga pernah berhenti mendadak di depan ruko-ruko di pinggir jalan di Jombang.

Seorang petugas berlari ke sebuah toko kemudian kembali ke sebuah mobil. Presiden disebut-sebut membeli keperluan pribadi untuk acara muktamar NU tersebut.

Gerakkan ekonomi

Di ACC, Presiden Jokowi malah menyambangi Matahari Departemen Store dan mampir di tempat pakaian dalam dan kaus kaki.

"Bapak beli kaus kaki," tutur Devid yang malam itu menenteng tas belanjaan antara lain berisi kaus kaki.

Dari ACC, Jokowi berpindah ke MCM. Seperti di mal sebelumnya, kehadiran Presiden sontak menarik perhatian pengunjung dan karyawan.

Lagi-lagi, Jokowi dikerubuti dan disalami banyak orang, selain juga berfoto bersama. Meskipun hanya sesaat, kehadiran Jokowi di tengah masyarakat memberi kebahagiaan dan kegembiraan masyarakat.

Saat kunjungan ke Uni Emirat Arab, tahun lalu, Presiden Jokowi juga datang ke sebuah mal di Abu Dhabi. Presiden tak membeli apa-apa, tetapi menyaksikan sejumlah produk Indonesia dijual di sana.

Presiden kemudian menerima tawaran pemilik jaringan gerai di jazirah Arab tersebut, Lulu Group, untuk membuka pusat perbelanjaan yang sama di Indonesia.

Jaringan gerai raksasa Timur Tengah itu akhirnya benar-benar membuka cabangnya di Indonesia baru-baru ini. Inilah oleh-oleh blusukan Presiden Jokowi dari mal ke mal. Bukan hanya untuk kebutuhannya sendiri, melainkan juga menggerakkan ekonomi. 
Powered by Blogger.