-->

Waspada !!! Kecanduan Kerja alias Workaholic? Tingkatkan Risiko Depresi yang Mengerikan


Sesibuk dan sebanyak apapun pekerjaan Anda, tetap sediakan waktu untuk tubuh beristirahat dan bersantai. Kecanduan kerja alias workaholic bisa mengganggu psikis Anda, yang kemudian berujung pada risiko kecemasan dan depresi.

Baca Juga : HARU !!! Ibu Jaman Dahulu Tidak Ada Yang Bersekolah, Namun Dengan Cara Ampuh Ini Mereka Mampu Mendidik Anaknya Menjadi Sukses

Bukan cuma itu, para ahli bahkan memperingatkan Anda bahwa terlalu banyak bekerja juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Kedua masalah ini tentu akan memengaruhi kesehatan mental Anda.

Menurut peneliti dari University of Bergen, biasanya kecanduan kerja lebih sering dikaitkan dengan risiko gangguan tidur. Yang kemudian berujung pada kesehatan jantung dan risiko obesitas, namun kini terbukti bahwa workaholic juga mengganggu kesehatan mental.

Baca Juga : SUBHANALLAH, VIDEO DETIK-DETIK ROBOHNYA SEORANG USTADZAH SAAT MEMBACA YASIN

Salah satu peneliti yang terlibat, Dr Cecilie Schou Andreassen, mengatakan bahwa menjadi workaholic rupanya memiliki risiko tinggi terhadap beberapa masalah kesehatan jiwa, dibandingkan dengan mereka yang bekerja sesuai jamnya dan tidak berlebihan.

Setelah menganalisis 16.426 pekerja, tim Andreassen menemukan bahwa 32,7 persen di antaranya memenuhi kriteria ADHD; 25,6 persen memenuhi kriteria OCD; 33,8 persen memenuhi kriteria kecemasan dan 8,9 persen memenuhi kriteria depresi.

Baca Juga : FAKTA TERBARU !! SELAIN KECANDUAN PENYAKIT INI AKAN MENYERANG PARA PENGGUNA SMARTPHONE

"Dengan demikian, bekerja secara berlebihan, bahkan ekstrem, hingga tak mau memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat, bisa menjadi awal dari munculnya masalah psikologis atau emosional yang lebih dalam," tutur Andreassen, seperti dikutip dari Daily Mail
Powered by Blogger.