-->

FAKTA TERBARU !! SELAIN KECANDUAN PENYAKIT INI AKAN MENYERANG PARA PENGGUNA SMARTPHONE



Ponsel seolah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Beberapa orang bahkan dilanda kepanikan saat baterainya tinggal sedikit dan tidak ada kesempatan untuk me-recharge.


Demikian, dikutip dari Bustle Para peneliti dari LG Electronics menyebutnya 'low battery anxiety'. Kepanikan semacam ini banyak dialami oleh para responden yang diteliti dalam sebuah survei awal tahun ini. Biasanya, panik mulai melanda saat indikator baterai tinggal 20 persen.


Baca Juga : AWAS !!! Kapolri Perintahkah Tangkap Pengguna Kaos Turn Back Crime Jika…


Menurut survei tersebut, 32 persen responden rela meninggalkan aktivitasnya untuk sesegera mungkin pulang ke rumah demi mencari colokan listrik. Sebanyak 22 persen memilih masuk ke bar atau restoran dan memesan apa saja agar bisa 'numpang nyolok'.


Tentu saja, 'low battery anxiety' bukan sebuah istilah yang dikenal dalam dunia medis. Hingga titik tertentu bahkan tidak akan berpengaruh pada hubungan interpersonal, walaupun dalam survei juga disebutkan ada lebih dari 30 persen yang nekat meminjam charger ke orang asing.

baca Juga : Guru Yang Keren Itu Adalah Guru Yang Memahami Psikologi Siswanya

Namun bukan berarti masalah ini tidak berhubungan dengan gangguan kejiwaan. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) mengenal istilah 'nomophobia' untuk gangguan jiwa yang membuat orang tidak bisa hidup tanpa ponsel, dan 'low battery anxiety' bisa jadi salah satu gejalanya.


Baca Juga : HEBOH !! Foto Status FB Perempuan Ini Hina Orang Jawa , JANGAN DITIRU !!

Sebuah penelitian yang dilakukan YouGov pada tahun 2010 mengungkap 53 persen pengguna ponsel di Inggris mengalami kegelisahan saat tidak ada ponsel yang bisa digunakan. Bisa jadi karena memang tidak ada ponsel, atau mati karena habis baterainya. 
Powered by Blogger.